Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika , Bis Pon xx Akan Jadikan Bis Angkutan Umum Kab. Mimika
PENA PAPUA-NEWS_ Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika akan melakukan uji coba mikro bus yang digunakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX untuk angkutan umum.
Kepala Dinas Perhubungan Ida Wahyuni mengatakan, saat PON, Mimika mendapatkan 67 bus berbagai jenis. Kemudian usai PON, 25 mikro bus diserahkan ke Timika, dan 5 bus untuk Dishub, sisanya untuk Damri.
Dari 5 bus yang diserahkan kepada Dishub, 3 bus akan digunakan untuk angkutan umum.
"Kebijakan yang akan dilakukan oleh Dishub terkait ketersediaan angkutan publik di Timika akan menambah trayek dengan konsep dari bus yang ada,” kata Ida Wahyuni di ruang kerjanya, Rabu (29/6/2022).
Masukan Iklan :
Ida menjelaskan, uji coba trayek untuk 3 bus angkutan umum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Jalur parkir bus untuk menunggu Penumpang nanti kita atur di sekitar Gelael, ataukah halte terdekat. Jadi kita kerahkan tiga dulu untuk uji coba kurang lebih dua minggu sampai satu bulan,” ujar Ida.
Selama uji coba trayek, penumpang tidak dikenakan tarif alias gratis.
Menurut Ida, setiap bus akan menunggu calon penumpan
Jadi nanti ada bus yang akan parkir tapi tidak lama, 10 menit langsung jalan. Kemudian satu jam lagi akan ada bus kembali lagi, begitu sampai pukul 12.00 WIT. Saat bus perjalan kembali juga akan mengangkut penumpang di titik yang akan ditentukan,” ujar Ida.
Ida mengaku, untuk tarif bus angkutan umum nantinya tidak memberatkan masyarakat, terutama yang hendak ke Pasar Sentral Timika.
Masukan Iklan :
“Banyak masyarakat yang mengeluh dengan harga yang mahal ke Pasar Sentral, sehingga dengan adanya bus ini bisa membantu masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak untuk sampai ke Pasar Sentral,” tutur Ida.
Dishub, kata Ida, belum bisa membuka trayek untuk kendaraan angkutan umum lain karena perlu ada kajian dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
Sebab, pemerintah tentu berdampingan dengan Organda. Dimana pemerintah membuka trayek hanya pada jam tertentu dengan unit yang terbatas, sehingga masyarakat juga bisa memilih kendaraan lainnya.
Masukan Iklan :
Jadi kita bersinergi bukan mematikan, masyarakat misalnya memiliki keperluan di luar jam yang kita (Dishub) tentukan, bisa juga menggunakan kendaraan lain yakni ojek,” pungkasnya.
Terkait mengubah ojek konvensional ke ojek daring/online, kata Ida, belum bisa diterapkan karena membutuhkan waktu untuk mengatur semua. Mengingat, banyak masyarakat yang masih memilih ojek konvensional.
Masukan Iklan :
Meski demikian, yang terpenting kata Ida, pihaknya fokus untuk pelayanan transportasi darat hingga ke pinggiran Timika, sehingga masyarakat bisa terlayani.
“Sementara kita berikan solusi dulu menambah ketersediaan kendaraan publik supaya harganya juga bervariasi, masyarakat juga bisa ada pilihan transportasi publik lainnya,” pungkas Ida.
Reporter : Maico Gobay
Posting Komentar